Makasih Awkarin, Dari Video Bad Girl Kamu Aku Jadi Paham Apa itu Personal Branding

I’m bad girl
Bila kau tak pernah buat dosa
Silahkan hina ku sepuasnya
Kalian semua suci aku penuh dosa

Lirik lagu milik Young Lex dan Awkarin ini seharian tadi memenuhi kantor saya, iya kantor yang berada dipojokan Jakarta Barat hampir Ciledug, Tangerang. Sekantoran, catat ya “satu kantor” mengejek lirik lagu ini khususnya dibagian “kalian semua suci aku penuh dosa”. Alay, norak dan kampungan itulah yang coba disampaikan teman-teman kantor.
“Apa sih”
Itu pendapat saya pas denger lagu ini, bukan karena liriknya tapi karena gaya menyanyi keduanya “kayak gak niat-niat banget nyanyi, Cuma buat happy aja si” itu yang terlontar dalam hati dan pikiran. Kemudian saya juga berpikir bahwa lirik lagu mereka ini murahan, rendahan, gak patut jadi panutan, kecuali buat penyanyi-penyanyi karbitan yang segera hilang ditelan zaman.
Tapi,,,lah setelah dipikir ulang sebenernya lagu itu kuat banget, buktinya setelah berpekan pekan berlalu (setelah launching) masih aja jadi pembicaraan dan diparodikan banyak orang. Mata saya juga nganga sewaktu open her  youtube dan liat video “bad girl” ini ternyata udah ditonton sama lebih dari 1juta kepala.
Saya gak peduli sama lagunya, langsung saya scroll kebawah, ya apalagi kalau bukan buat lihat komentarnya. Lucu nget banget deh, gak diduga ternyata fans Awkarin garis keras begitu loyalnya ya, ngelawan terus pengkritiknya dan menganggap Akwarin+ Lex gak ubahnya malaikat tanpa sayap.
Buat saya yang bekerja di ahensi, fenomena ini bener-bener “ruar biasah”. Saya salut dengan Awkarin, dengan hal-hal bodohnya saja bisa viral. Lah saya kok masih ngono ngono wae. Kalau kata temen saya yang orang Surabaya “Janc..”
Nah, nah yang saya pengin dicurhatin disini tu soal branding Awkarin yang menurut saya sangat-sangat berhasil, hingga diajak Lex yang menurut saya ikut naik popularitasnya setelah lagu Bad ini merebak dikalangan cabe-cabean Indonesia. Sebelum ada lagu bad ini saya bahkan gak tau kalau ada youtuber bernama Young Lex.
Young Lex dengan pinternya ya ngajak Awkarin duet, pas banget pas si gadis cantik itu heboh gegera video confessionnya soal putusnya dia dengan pacaranya. Baik Awkarin maupun Young Lex pastinya juga udah paham kok konsekwensi datangnya hujatan bertubi-tubi. Tapi justru itu dia yang bakal bikin nama mereka makin meroket.
Lagu Bad ini juga menurut saya branding yang ajiiiib bangat buat Awkarin, karena memang sebelumnya citranya sudah agak miring, Awkarin dengan lagu Bad ini seperti sedang mengukuhkan citranya sebagai cewek bad yang katanya masih dalam batas wajar. Buat saya sih minum-minum dan pegang titit cowok diusia segitu mah diluar batas kewajaran.
Ya itulah buat saya Awkarin jago banget kalau soal branding. Ngaku aja deh biarpun kamu maki-maki lagunya tapi tetep nyanyiin juga kan? Kalau Awkarin tahu mungkin dia bakal bilang gini kekamu.
“Tai lu”
So, ada banyak pelajaran branding yang saya tangkep dari si cewe tajir ini sih.
Pertama, kalau mau bikin personal branding coba deh pilih-pilih hal yang lagi happening, jangan cupu gaulnya Cuma sama buku. Kumpul-kumpul bareng temen dan update kegiatan di sosmed bisa jadi awal pembentukan personal branding. Kalo kamu perhatiin semua postingan Awkarin di instagram tu rapih banget lo,,ala-ala SWAG gitu..Gilak kan cewek yang kita kira dungu itu bahkan udah lebih pinter soal strategi instagram dibanding anak anak ahensi cupu seperti saya?
Kedua, story itu bisa dibikin dari hal kecil sekalipun bergantung cara kita ngebawanya. Gak beda jauh lah sama hypnowriting. Liat deh vlognya Awkarin yang paling ngehits itu semua soal kesedihan dan kepedian hidup anak remaja. Karin paham banget kalau orang Indonesia demen sama hal hal emosional, bahkan yang gak penting sekalipun.
Ketiga, udah targetin audiens sejak pertama kali posting sosmed. Ini mah udah gak usah dijelasin lagi lah ya. Awkarin kan paham banget audiensnya dedek dedek emes yang haus akan pergrepe grepean, ya yang dia posting di instagramnya soal itu itu semua. Bukan begok, dia Cuma lagi berusaha merangkul audiennsya, siapa tahu yah kan bisa di lead to conversion alias jualan produk.
Caem kan?

It’s Important To Love Yourself, But Don’t Forget To Love Others

It’s Important To Love Yourself, But Don’t Forget To Love Others

Kata kata yang tak sengaja saya temukan dari lifehack.com ini begitu menyentil. Sudah cukup lama, saya rasa saya terjebak dalam situasi “terlalu mencintai diri sendiri” hingga lupa untuk mencintai orang-orang disekitar saya terutama keluarga. Padahal tanpa keluarga saya tidak akan ada ditempat sekarang.

Bukan saya saja, tapi mungkin kalian semua juga mengalami hal serupa terutama para kaum urban yang mengadu nasib di Ibu Kota. Betapa disini waktu kita dibeli oleh perusahaan yang ingin menjadi gurita bisnis, betapa kita diperdaya oleh kemewahan semu demi sebuah loyalitas tanpa batas. Lantas melupakan orang-orang yang kita sayang yang selama ini kita jadikan alasan bekerja di Ibu Kota.

Kita mengenyahkan pertanyaan-pertanyaan dari keluarga dirumah tentang kapan pulang dan kapan punya waktu untuk sekedar berbincang di telepon, kita mengenyahkan cerita-cerita mereka karena menganggapnya sesuatu yang tidak penting, padahal merekalah yang selama ini menyemangati dikala terjatuh.

Saya ingat bagaimana ibu saya jauh-jauh dari Bandung ke Jakarta, saat itu saya kos di daerah Kebon Sirih. Saya tidak pernah menyangka ibu yang sehari-hari galaknya minta ampun rela menenteng dispenser yang amat berat itu dari Bandung, tanpa menggunakan jasa pengirim barang, rental mobil atau sebagainya. Berbekal alamat yang saya berikan lewat sms ibu menempuh 6jam perjalanan menggunakan bus Primajasa Tasik-Lebak Bulus dan dilanjutkan dengan Trans Jakarta ia berhasil sampai dengan selamat.

Ternyata bukan hanya dispenser, keesokan harinya dia membelikan saya rice cooker, setrika dan juga blackberry (blackberrynya sudah mati tapi masih disimpan). Diawal perjuangan karir saya begitu intens menghubungi keluarga dirumah, tapi beberapa bulan kemudian saat mulai sibuk menjadi reporter, intensitas komunikasi dengan orang rumahpun mulai menurun.

Tapi subhanallah banget ibu dan bapak dirumah tak pernah sedikitpun menyinggung soal ini, dan semakin lama saya semakin lupa kalau saya masih punya keluarga. Saya merasa menjadi seorang yang terbaik dibidang saya, mencurahkan segenap waktu dan pikiran demi memajukan perusahaan lantas melupakan orang-orang yang telah mendukung selama ini.

Mungkin, ya mungkin saya sedikit pintar dalam hal profesi namun merasa masih kurang soal pengabdian diri untuk orang tua..sampai saat inipun saya masih mencari bagaimana seharusnya seorang anak membalas budi.

Buat kamu yang merasakan hal yang sama, pesan saya
Please jangan hanya memikirkan karir
Please jangan hanya memikirkan bagaimana caranya bersenang-senang
Please jangan hanya memikirkan soal cara cepat mencari uang
Please jangan hanya memikirkan soal cara menghabiskan uang
Tapi pikirkan juga bagaiamana kita mesti meluangkan waktu buat mereka yang dirumah, berbagi lagi rasa suka dan duka bareng mereka.

Dan saat terlalu mencintai diri sendiri percaya atau tidak kamu akan mulai kehilangan tiga hal ini:
a. Mama dan keluarga

Buat saya mama adalah sosok yang paling penting dalam hidup, saya biasa memanggilnya ibu. Kamu tahu? Ketika rasa terlalu mencintai diri sendiri mulai menyeruak kamu tak akan lagi ingat yang lainnya, orang-orang disekitarmu yang membantumu hingga seperti sekarang ini. Saat saya mulai mendapat penghargaan dari kantor dan mendampuk jabatan baru, mama adalah satu-satunya sosok yang menanggapi dengan biasa-biasa saja. Raut mukanya seperti ingin bilang
“Makin jarang pulang ya nanti?”
Dan kita tak akan menyadari itu karena terlalu fokus dengan diri sendiri dan kehebatannya.
b. Pacar

pacar jangan sampi dilupakan juga yaa
pacar jangan sampi dilupakan juga yaa

Terlalu mencintai diri sendiri juga sering membuat kita menjauh dari pacar, kenapa? Karena kita mulai merendahkan dia, tidak menganggapnya sebagai pasangan dan membandingkannya dengan kelebihan yang kita punya. Ia yang sabarnya luar biasapun bakal tidak tahan jika kita terus menyepelekan kemampuannya, padahal setiap orang pasti punya sisi-sisi istimewa sendiri.

c. Sahabat

temen itu ibarat keluarga, harus dijaga
temen itu ibarat keluarga, harus dijaga

Sahabat juga jadi salah satu harta berharga yang akan hilang kalau kita tidak bisa mengubah diri. Gak ada salahnya mengorbankan waktu sesekali, kehilangan lemburan sesekali buat bisa ngobrol bareng mereka, dan hei bisa aja rejeki baru yang lebih banyak datang dari mereka. Jangan merendahkan mereka, menganggap sepele karena merasa diri sebagai orang penting. Dunia ini berputar lhoo,,ada saatnya nanti kamu menjadi seseorang yang “tidak dilihat”.

Sering Kehilangan Arah Saat Usia Menginjak 25? Wajar Kok, dan Itu Salah Satu Tanda Kita Mikirin Masa Depan

Apa sih yang dirasakan cewek usia 25tahun yang gak tau pengen jadi apa dan bakal gimana nanti masa tuanya? Galau..iya galau pasti. Kita gak pernah tahu saat tua nanti hidup bakal kayak apa, dan gak bisa juga kita bilang “masa bodo nanti”, kan kehidupan nanti itu diciptakan sekarang.

Sering bingung kenapa idup kok gini gini aja, padahal sebenernya udah banyak yang kita punya

Yakin banget kamu yang udah nginjek usia 25juga ngerasain hal yang sama, “kok idup aku gini-gini aja, padahal orang lain udah kemana”, “kok dia kayaknya udah dapetin semua mimpinya, tapi aku masih disini sini aja”. Pertanyaan-pertanyaan gitu tu wajar banget muncul diotak kita.

Pertanyaan itu menurutku sih gak akan ngebawa perubahan apapun dalam hidup, ya mau gak mau kita harus berubah kan? Pastinya kearah yang lebih baik, entah itu berkarya atau bekerja lebih baik. Kalau aku sih memilih berkarya dan leha leha…ehahahaha.

Tapi kalau kamu mau menengok buat lihat diri sendiri pasti bakal lebih paham deh apa aja yang udah kamu dapetin dalam hidup itu luar biasa banget.

Sering takut dimasa depan nanti kita bakal gimana, apa bisa jadi orang tua yang baik buat anak-anak kita?

Yap, semua orang pasti punya pilihannya masing-masing, yang pasti diusia 25 kamu bakal ngerti banget yang namanya ketakutan akan masa depan. Segala takut, dari mulai takut gemuk, takut jelek, takut gak bisa jadi orangtua yang baik bakal jadi momok menakutkan.

Aku juga ngerasain itu banget, gak heran diusia 26 ini ak masih berstastus “belum menikah”. Pacaran lama tu emang gak enak, buang-buang waktu dan Cuma bikin emosi tapi mau gimana lagi kalo hati masih aja takut buat menatap masa depan.

Gak kebayang jadi seorang istri nanti mesti gimana, apa udah siap jadi istri? Kan semua itu bakal jadi tanggung jawab besar. Aku tahu banget nikah itu gak selamanya soal kebahagiaan tapi ada rasa takut, benci, emosi dan  kemarahah.

Dan akhirnya aku lebih nyaman untuk terus gini, bekerja, berinvestasi. Masalah nikah bener-bener dibiarkan mengalir bagai air. Kalau ada yang tanya kenapa belum nikah juga aku jawab aja “ini semua bagian dari takdir”

Jawaban yang bener-bener konyol dan munafik banget, karena sebenernya semua cewek pengenlah nikah semuda mungkin, biar apa? Biar bisa bagi beban hidup dan juga kebahagiaan sama pasangan seatap. Masalahnya bayangan bahagia itu seringnya dikalahin sama ketakutan segala macem, yaudah pada akhirnya ya kita gini gini aja terus.

Bingung? Yaudah akhirnya aku memilih berkarya aja dan gak lagi mikirin soal arah idup. Aku percaya kok kalau apa yang aku lakukan sekarang ini pasti bakal menghasilkan sesuatu yang positif dimasa depan.

So, daripada bingung memikirkan ketakutan sendiri aku sih memilih berkarya untuk sedikit melupakan desakan bonyok buat nikah. Kebetulan duniaku adalah digital marketing jadi banyak banget yang bisa aku eksplore dan membuat sebuah karya.

Hidup itu bukan soal kesenangan aja, tapi ada luka, derita, air mata dan rasa bimbang yang membuatmu bertanya

‘untuk apa selama ini aku ada?’

Tapi jangan jadiin itu semua beban, kata salah satu temen dikantor (Nana Supri) sih begini

‘ketika kamu masih menganggap sesuatu sebagai beban, itu artinya kamu belum tahu caranya menikmati hidup’